Rabu, 14 September 2016

KETIKA HADIRMU MENJADI NAPASKU


Tak ada yang bisa menggantikanmu
Meski berkali ku mencoba
Menerima yang lain untuk hatiku
Namun tetap saja rinduku masih memanggil namamu..

Sampai kapankah ku begini
Terjebak dalam imaginasi pedih tentang dirimu
Dapatkah ku bisa lalui semua ini sendiri.

Aku tak bisa tepiskan
Perasaan yang kian lama kian menyiksaku
Tak sanggup ku artikan bahasa hati yang terungkapkan

Di setiap langkah jalan hidup ini
Penuh liku dan duri kehidupan
Ketika cahaya semakin redup
Engkaulah sang lilin pemberi penerang.

Saat ini jarakpun memisahkan
Keadaan enggan berikan jalan lalu ku tahu waktu dan tempat telah membentengi perasaan
Namun kerinduan ini
Tanpa batas,
selalu tertuang untuk mu..

aku hanya mencintaimu.
Di setiap tikungan yang menguji kesetiaanku.
Cinta ini terap berpendirian mempertahankan posisimu di hatiku.
Tak ada yang sanggup gantikanmu.
Tak ada yang sanggup.
Sekalipun ku tau kau telah bahagia bersamanya.

Minggu, 20 September 2015

KALA DURJANA MEMBUAT BUTA

Langit laksana runtuh
Bumi bak terbelah
Saat gelap gulita
Saat jiwa meronta

Petaka kau tuai
Dari cinta yang durjana
Langkahmu robohkan  dinasty
Congkakmu hancurkan prasasti

Terkapar
Terlempar
Kepingan hati setiap jiwa
Yang mengelusmu kala kau muda

Mengapa kau ulang
Kepahitan yang telah usang
Kau bilang cawan
Kau jadikan pelepas kehausan

Kasih sayank kau balas corengan
Keagungan kou campakan
Jiwamu terperangkap nafsu
Yang membuat hidupmu sepahit empedu

Lupakah kau akan hari pembalasan
Lupakah darah dagingmu kau hinakan
Matamu terbuka
Pandanganmu buta

==============$$=$$$$$$$$$==============

Rabu, 26 November 2014

HARAPAN HAMPA



Jejakmu sulit ku hapus
Suaramu sulit kulupa
Hembusan napasmu masih hangat di telinga
Sapa Rindimu selalu bertabur aroma

           Hembusan angin malam adalah bisikan
           Rintik air hujan adalah cerita
           Sunyi, gelap, hanya detak yang tertahan
           Tatapan kosong bak Rangkulan asa di ujung senja

Jalan setapak sering kupijak
dinginnya embun terbiasa menyapa
jangan pernah tawarkan hangatnya mentari pagi
Karna tempatku terpahat di ujung senja

           Asamu menggapai awan
           Tempatku dasar samudra
           Senyumu sambut sang surya
           Aku hanyalah mega_mega di ujung senja

Jangan pernah tawatkan dusta
nyatamu hanyalah fatamorgana
Pergilah gapai asa durjana
aku tak butuh "Harapan hampa.